Home / Opini Wanita

Senin, 4 Agustus 2014 - 02:24 WIB

Cantik Itu Idaman, Tapi Ada Bahaya Wanita Terlalu Cantik

Blog Wanita – Segala yang terlalu memang tidak baik. “Terlalu” kata bang haji Roma Irama.

Seorang teman kuliah 3 tahun lalu, adalah wanita cantik yang saya kenal. Dia mirip Neta Puri, artis Bollywood, India.

Jika wanita mengagumi kecantikan wanita, maka wanita yang dikagumi itu pasti benar-benar cantik. Teman saya itu benar cantiknya, sangat cantik.

Namun terlalu cantik memiliki “bahaya” setidaknya itu menurut saya. Banyak laki-laki dari mahasiswa sampai dosen, alih-alih menyatakan cinta, mereka hanya bisa melirik doang.

Walhasil, teman saya itu tidak memiliki pacar sampai kami menyelesaikan kuliah bersama-sama.

Kisah nyata lain bahaya terlalu cantik, sebut saja namanya Dini, nama teman saya itu kadang cruhat sama saya, “Yul, bahaya terlalu cantik lho. Liat saya” katanya dengan dada membusung.

Emang lucu atau sudah takdir. Kalau saya saja telah sekian kali putus sambung dengan pacar lama dan baru hik hik hik…

Entah, wanita terlalu cantik bahaya atau tidak, itu bukan takdir. Mungkin keadaan saja, toh pria yang baik menjadikan kecantikan nomor sekian dari bingkai kesetiaannya…

Wanita yang dipecat dari pekerjaannya karena terlalu cantik

Wanita cantik memang elok dipandang mata, tapi jangan salah, ada banyak wanita cantik yang pernah dipecat dari pekerjaannya.

Isis Anchalee Wenger, cewek cantik yang masih berusia 22 tahun asal San Fransisco, Amerika Serikat. Pada awalnya dia bekerja sebagai programmer namun akhirnya bermasalah karena dianggap cocok jadi bintang iklan

Kemudian Zafan Wan, wanita cantik dengan berhidung mancung yang sehari-harinya berprofesi sebagai Polisi wanita ini harus menanggung sial dengan pemecatan dirinya dari kesatuan polisi tempat ia bertugas.

Keputusan itu diambil karena saat bekerja banyak polisi Kepolisian Inggris menggoda dirinya… Bahaya kan?

Baca juga:  Saudariku, Pakailah Jilbab Karena Ibadah, Bukan untuk Pamer Kecantikan

Lihat pula Katarina Sreckovic seorang reporter saat mewawancarai sebuah klub bola raksasa Serbia, Red Star Belgrade. Katarina sampai beberapa kali diusir karena dianggap mengganggu konsentrasi para pemain bola.

Saat tengah dilapangan mata para pemain bola seringkali mencuri pandangan ke arah Katarina, mereka pun berkomentar dengan jujur bahwa mereka sangat terpukau dengan wajah cantiknya.

Risiko perlakuan buruk terhadap wanita cantik

Selain bahaya-bahaya yang menanti wanita terlalu cantik, mereka juga kerap mendapat perlakuan buruk. Perlakuan buruk yang bukan hanya dari pria tapi bahkan juga dari sesama wanita.

Wanita terlalu cantik kerap mendapat pelecehan

Siapa lagi pelakunya kalau bukan para pria penggoda, yang suka menggoda tapi malas halalin wanita

Misalnya ketika jalan kaki mereka sering mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari laki-laki, mulai dari menjadi pusat perhatian para lelaki genit, dan sering menggoda, bahkan tak peduli meskipun pakaian mereka tertutup

Wanita cantik banyak membuat orang sirik

Resiko wanita cantik juga membuka peluang tidak disukai wanita lain yang iri dengan kecantikan mereka, mungkin menjadi wanita cantik akan selalu dikagumi oleh laki-laki, tapi tidak selamanya mereka akan selalu dikagumi. Biasanya banyak wanita sirik atas kecantikan wanita lain

Sulit mendapatkan teman tulus

Karena cantik, maka yang mendekat tidak tulus, maunya ingin memiliki atau sekedar ingin dikatakan punya teman cantik.

Sulit bagi wanita cantik untuk menemukan teman yang tulus. Karena kebanyakan orang-orang berteman dengannya hanya karena “ada maunya”.

 

Share :

Baca Juga

Opini Wanita

Fenomena Jilbab Gaul Bagi Remaja Masa Kini

Opini Wanita

Kenali Type Wanita yang Diinginkan Pria

Opini Wanita

Konsep Wanita Modern; Beda Wanita Dulu dengan Sekarang!

Opini Wanita

Feminisme Radikal; Gerakan Menjebak Wanita? Hati-hati !

Opini Wanita

Pamer Kecantikan dengan Jilbab dan Pengaruh Media

Opini Wanita

Membayangkan Kesetaraan Laki-laki dengan Wanita

Opini Wanita

Saat Wanita Dilanda Perasaan Takut Bakal Tidak Menikah

Opini Wanita

Kenapa Wanita Tidak Disekolahkan?