Feminisme Radikal; Gerakan Menjebak Wanita? Hati-hati !

Blog Wanita – Sungguh aneh diskusi rekan kantor saya. Satunya mengatakan bahwa antara wanita dan pria tak ada bedanya. Satunya lagi, mengatakan pasti ada, minimal perbedaan biologis. Tak mau kalah, yang satu tetap ngotot, bahwa itu bukan perbedaan substansi, tapi hanya perbedaan bentuk saja.

Ketiganya menyuguhkan pendapat feminis kental. Padahal ketiganya adalah cowok. Mungkin lagi curi perhatianku kali hihihi

Inilah yang dimaksud teori feminisme radikal. Feminisme radikal adalah pemahaman yang berpusat pada sisi biologis. Bahwa perbedaan wanita dan pria dari sisi biologis bukanlah sesuatu yang patut dipertentangkan. Feminisme radikal beranggapan, bahwa ketidakadilan gender dikarenakan dari ketidaksamaan biologis pada pria serta wanita tersebut.

Feminisme yang kedua sebenarnya telah muncul sebelum feminisme liberalisme mencuat ke permukaan. Feminisme radikal lahir dari aktifitas dan analis politik mengenai hak-hak sipil dan adanya gerakan perubahan sosial pada tahun 1950-an dan 1960-an, serta gerakan-gerakan wanita yang semarak pada tahun 1970-an.

Dapat dikatakan bahwa feminis sebagai paham yang radikal bertolak belakang dengan feminis liberal yang tentunya lebih terbuka.

Perbedaan cara pandang kedua aliran feminisme ini terletak pada inti ajaran feminis liberal dimana mereka lebih menekankan pada kesamaan antara perempuan dan laki-laki. Adapun feminisme radikal lebih menekankan pada perbedaan antara wanita dan laki-laki.

Untuk memahaminya, misalnya dengan bagaimana cara kedua aliran feminis ini mengkonseptualisasikan kekuasaan secara berbeda. Jika laki-laki berusaha untuk mendominasi dan mengontrol orang lain, wanita lebih tertarik untuk berbagi dan merawat kekuasaan.

Terkait
1 daripada 21

Selain itu, Feminisme radikal juga beranggapan bahwa penindasan wanita adalah ciptaan sistem patriarki, sebuah sistem dominasi dimana pria sebagai sebuah kelompok mempunyai kuasa atas wanita sebagai suatu kelompok.

Inti ajaran dari feminisme radikal adalah bahwa pengalaman-pengalaman individual perempuan mengenai ketidakadilan dan kesengsaraan yang oleh para perempuan dianggap sebagai masalah-masalah personal, pada hakekatnya adalah isu-isu politik yang berakar pada ketidakseimbangan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki.

Selain itu, mereka juga memprotes eksploitasi wanita dan pelaksanaan peran sebagai istri, ibu, dan pasangan laki-laki. Dan yang terakhir adalah paham dan gerakan ini menolak sistem hierarkis yang bersrata berdasarkan garis gender dan kelas.

Saya wanita. Lebih lembut dari pria secara umum. Saya melahirkan, pria tidak. Pria manjat kelapa, masa saya manjat kelapa juga. Aduhhhh… lalu perbedaan ini jangan menjadi bahan eksploitasi terhadap wanita. Its simple…

Sayangnya kelompok feminisme radikal yang jumlahnya tidak sedikit menilai, kenapa harus wanita saja yang melahirkan dan pria manjat kelapa. Hayoo, gunakan kloning, gunakan tabung (bayi tabung. Hayoo wanita, kalian pun bisa manjat kelapa.

Itulah sebabnya, feminisme radikal kerap menyerang institusi-institusi keluarga serta system partiarki yang mereka anggap yaitu sumber penindasan. Mereka berasumsi institusi-institusi itu yaitu institusi yang melahirkan system dominasi pria hingga wanita ditindas.

Anggota feminisme radikal berusaha menghindari institusi perkawinan. Perkawinan adalah penjara. Karena terkait dengan hubungan biologis. Ngeri dengan kelompok feminisme radikal ini (baca: perasaan takut tidak menikah). Dan gaya dari strategi mereka mulai kelihatan. Lihat saja banyaknya bermunculan majalah-majalah untuk kaum hawa.

Perlu kehati-hatian atas gerakan ini, menurut saya yang tidak radikal 🙂

Baca Juga...
Tinggalkan Balasan

Alamat email bersifat pribadi