Ngidam Menurut Islam; Wanita Harus Tahu!

Blog Wanita – Ngidam Menurut Islam. Ngidam yaitu sesuatu yang akan dialami setiap atau kebanyakan wanita hamil, apalagi pada dikala kehamilan pertama, mulai dari muntah, tidak suka kepada amis tertentu, suka masakan tertentu, dan lain-lain.

Tentu, ngidam pada wanita hamil saat adanya janin dalam rahim.

Hal penting terkait ngidam yang harus diketahui

  1. Ngidam adalah hal nyata bukan hayalan, bukan khurafat, bukan juga sekedar sugesti, tapi ada dan terbukti secara kenyataan.
  2. Karena ngidam adalah realita, maaka Islam melalui ulama sudah menyebut itu, meskipun tidak terdapat keterangan dari syariat tentang ngidam.
  3. Iblis pasti akan selalu menggoda manusia terutama pada hal tertentu kehidupan manusia, seperti ngidam. Karena itu, bisa jadi ada wanita ngidam lalu melakukan hal yang dilarang agama. Bisa juga misal Ngidam benci suami.

Bagaimana suami isteri saat Istri Ngidam?

Pada saat istri ngidam diperlukan pengertian suami dan perhatian serta kasih sayangnya lebih dari biasanya.

Sebagai timbal balik dari apa yang akan diberikan oleh sang istri untuknya dari karunia Allah berupa seorang anak.

Dan bagi istri, saat ngidam itu dituntut untuk berusaha semampunya membahagiakan suaminya dengan menghindari hal-hal yang tidak disukai walaupun hal itu masuk akal dilakukan seorang yang ngidam.

Harus diingat bahwa ngidam yaitu tanda akan menjadinya ia seorang ibu. Dan sifat keibuan itu penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Terkait
1 daripada 21

Karena pada tahapan ini kalau tidak dilalui de­ngan saling pengertian dan kasih sayang maka akan terjadi bermacam konfrontasi dan perbedaa dalam keluarga yang akan menjadikan keretakan dalam hubungan suami istri, oleh alasannya itu diperlukan sifat saling pengertian dan kasih sayang pada tahapan ini sampai melewatinya dengan selamat.

Menghadapi wanita ngidam menurut Islam

Kehamilan seorang istri merupakan sesuatu yang menggembirakan. Seperti firman Allah dalam surat Al Imran ayat 39.

“Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh

Karena kehamilan adalah sesuatu yang menggembirakan, maka baiknya disambut dengan hati gembira pula. Suami harus merasa gembira dengan kehamilan istrinya, dan istri juga demikian.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa ibu hamil yang selalu dalam keadaan gembira, maka kelak akan melahirkan bayi dengan kualitas otak yang sempurna, emosi tangguh.

Suami harus senantiasa membahagiakan atau menyenangkan hati istrinya yang hamil. Salah satu caranya dengan menuruti keinginan saat ngidam.

Dalam Islam, gembira dan bersenang hati adalah hal wajar bagi wanita hamil sebagaimana dijelaskan dalam surat Maryam ayat 26:

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.”

Maka jika seorang wanita saat ngidam ingin makan enak, minum enak, dan ingin sesuatu dalam rangka agar dia senang dan gembira, maka ada baiknya suami memenuhi.

Baca Juga...

Tinggalkan Balasan

Alamat email bersifat pribadi