Pamer Kecantikan dengan Jilbab dan Pengaruh Media

jilbab dan kecantikan

Blog Wanita – Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa awal saya memaki jilbab bukan untuk pamer kecantikan, tapi karena ibadah dan karena kesadaran syar’i.

Jilbab akam mudah jika dijadikan kebiasaan hidup sejak kecil (baca cerita jilbab, adalah kebiasaan). Banyak tantangan yang muncul, terutama tantangan fluktuasi mode dan fashion yang kan berubah drastis.

Saya masih ingat saat masih duduk di bangku SMA, jilbab melebar tak ada gulungan. Tak ada lipatan, dan peniti hanya satu melekat di leher. Jauh berbeda dengan hari ini, jilbab mengikuti trend fashion yang banyak dipengaruhi oleh media.

Pamer kecantikan dengan jilbab adalah istilah bagi wanita yang mengenakan jilbab namun memperlihatkan bagian tubuh yang sebenarnya dilarang untuk diperlihatkan.

Bahaya pamer kecantikan dengan jilbab

Jika seorang wanita meski dia berjilbab, tapi tujuan julbabnya untuk pamer kecantikan, sesungguhnya dia sudah menempatkan dirinya dalam bahay besar. Wanita seperti itu sudah masuk kategori Tabarruj.

Dalam bahasa Arab, Tabarruj berarti seorang wanita yang menampakkan sebagian dari tubuh dan atau perhiasannya.

“Iya kan, saya pakai jilbab dan menutup bagian tubuh.”

Terkait
1 daripada 21

Betul tapi jilbab itu hanya hiasan untuk menambah kecantikan bagi siapa yang memandang. Ini juga masuk kategori Tabarruj.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.. (QS. Al-Ahzab: 33)

Bahkan salah satu ulama imam madzhab berkata bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat. Yaitu golongan yang memegang cemeti seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi pada dasarnya mereka tidak berbusana, berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”

Berjilbab dengan pamer kecantikan dan didukung media

Cara berjilbab untuk pamer kecantikan marak di kalangan sosialita, artis, yang mengatasnamakan kecantikan. Fatalnya, mereka dari kalangan selebriti, orang terkenal yang mudah diliput media.

Setiap saat para “tokoh” ini diliput media meski bukan untuk fokus jilbabnya. Namun itulah seleb, mulai dari cara makan sampai berpakaian akan ditiru oleh pengagumnya. Demam sedikit para wanita media ini akan masuk tivi dan dilihat jutaan pasang mata, Anda, kita masuk gorong-gorong niscaya tak seperti mereka.

Bisa jadi para seleb ini memakai hijab bukan karena kebiasaan apalagi karena pengetahuan agama. Akhirnya memakai jilbab plus mengikuti trend fashion yang entah dari mana aslnya menjadi idola. Lalu muncullah trend jilbab untuk pamer kecantikan.

Memakai jilbab bertujuan untuk menutup yang dilarang diperlihatkan, jadi apa guna berjilbab namun mengingkarai larangan itu?

Kesadaran menjadi penting di tengah pengaruh media yang makin meluas tak terbendung.Sudah saatnya para muda-mudi yang memakai hijab, tidak terpedaya total akan pengaruh fashion. Memakai jilbab dengan mengikuti trend mode tidak salah, asalkan tren itu tidak keluar dari landasan syariat yang sudah digariskan.

Baca Juga...

Tinggalkan Balasan

Alamat email bersifat pribadi