Saat Wanita Dilanda Perasaan Takut Bakal Tidak Menikah

rasa takut tidak menikah

Blog Wanita – “Apa yang membuat kamu takut tidak menikah?” Pertanyaan ini sering berbisik dalam diriku sendiri. Saya beranggapan kalau takut itu manusiawi.

Takut adalah hal wajar hadir dalam diri tiap manusia. Semua orang pernah takut, seperti semua orang pernah gembira, seperti semua orang pernah mengalami sifat manusia lainnya.

Takut adalah kualitas rendah dari berani. Takut lebih dominan muncul dari pikiran. Makin sering berkalkulasi lebih, maka takut akan mudah muncul.

Saya kadang takut jalan malam, karena pikiran saya merangkak merambah jauh, apa yang terjadi nantinya, mungkin ada penjahat, mungkin ada hantu. Saat lama berpikir mengkalkulasi kemungkinan baik buruk, maka ketakutan akan hadir.

Sebagai wanita, ketakutan terbesar ternyata tidak mendapatkan pasangan hidup. Yah, perasaan takut bakal tidak menikah adalah ketakutan terbesar dari seorang wanita.

Perasaan takut bakal tidak menikah, akan muncul seiring bertambahnya umur, dan seiring wanita yang muda sedikit demi sedikit akan menjadi tua. Dulu mereka yang anak-anak, menjadi remaja, lebih cantik, lalu menjadi “saingan”.

Kalkulasi mulai muncul, berlebihan, jauh, lalu wanita takut.

Banyak anekdot nyentil akan hal ini. Saat masih remaja, katanya masih dzuhur, lulus kuliah, katanya sudah ashar, dan masuk umur 30 tahun, wanita akan dikatakan wanita isya. Ketakutan makin besar. Haruskah hidup tak wajar, karena tak memiliki pasangan sah.

Mengatasi rasa takut tidak menikah

Terkait
1 daripada 21

Bagaimana mengatasi perasaan takut bakal tidak menikah?

Buat wanita yang perasaanya sama dengan saya, mari kita berpikiran positif. Bukan tak dapat jodoh, hanya jodoh belum datang. Telat dikit nggak apa apa kan?

Jangan habiskan waktu kita hanya untuk memikirkan pasangan, kapan datang, lalu akhirnya urusan terbengkalai. Waktu habis untuk melamun, waktu habis untuk berangan-angan.

Memang berat, apalagi waktu seakan mengejar. Alihkan! ya… alihkan ke media yang lain contohnya banyak membaca buku, banyak ikut pengajian remaja dsb.

Kita hanya butuh persiapan berumah tangga, dan Tuhan akan memberi kepada wanita yang siap. Kita tidak butuh adalah bukan pengalaman dalam menjalin hubungan. Bukankah Tuhan akan memberikan yang kita butuhkan?

Ini hanya persoalan waktu, bukan persoalan takdir. Takdir Tuhan kepada hambaNya adalah yang terbaik. Kita sebagai manusia kadang menvonis, telat itu tidak baik dan menakutkan.

Manfaatkan waktu, jangan sia-siakan. Jangan biarkan rasa takut menguasai dan mengambil alih waktu kamu yang berharga.

Jadi yang perlu ditanamkan dalam pikiran masing-masing adalah jodoh kita tetap ada, jodoh kita pasti ada, tapi kapan? Allah punya waktu yang tepat, yakin deh, tentunya kita harus sabar dan terus ikhtiar ya.

Itulah ikhtiar kita! Jangan lupa berdoa. Banyak doa agar pintu jodoh terbuka, salah satunya di sini (Doa agar terbuka jodoh)

 

Baca Juga...

Tinggalkan Balasan

Alamat email bersifat pribadi